IAMS ID
Vaksin Anti Rabies untuk Kucing
Vaksin Anti Rabies untuk Kucing

adp_description_block452
Vaksin Anti Rabies untuk Kucing

  • Bagikan

Rabies adalah virus berbahaya yang memengaruhi kerajaan hewan berdarah panas. Penyakit ini menyebar melalui gigitan atau cakaran hewan yang terinfeksi, membuat infeksi mudah ditularkan di antara hewan dan manusia. Tanpa pengobatan rabies yang efektif, satu-satunya solusi untuk melawan virus fatal ini adalah vaksinasi. Dokter hewan merekomendasikan vaksin anti-rabies untuk hewan peliharaan guna melindungi mereka dan manusia dari virus mematikan yang satu ini.
 

Vaksin anti-rabies adalah salah satu vaksin utama untuk kucing, seperti vaksin 4 in 1. Vakin ini ditujukan untuk mencegah kasus rabies, namun, sebelum memberikan vaksinasi rabies pada kucing, penting untuk mengetahui beberapa detail tentang penyakit ini dan cara mencegahnya.
 

Bagaimana Rabies Menyebar?

Virus rabies bersarang pada tubuh inang untuk bertahan hidup. Karena virus tidak dapat bertahan di luar tubuh inang, penyebarannya dapat masuk melalui luka terbuka dan selaput lendir di mata, mulut, serta hidung. Virus ini juga bisa ditularkan melalui air liur hewan yang terinfeksi. Jika pembawa rabies menggigit atau mencakar hewan peliharaan Anda, maka hewan Anda dapat terinfeksi virus ini. Biasanya, inkubasi rabies pada kucing berkisar dari beberapa hari hingga beberapa tahun.

Tanda-tanda rabies pada kucing:

  1. Demam

  2. Kemalasan

  3. Hilangnya nafsu makan

  4. Sesak napas

  5. Hipersalivasi

  6. Kesulitan menelan

  7. Perilaku abnormal

Penyembuhan rabies bukanlah pilihan setelah tahap inkubasi karena tidak ada obat yang benar-benar tepat bisa menyembuhkan penyakit ini.
 

Apakah Kucing dalam Ruangan Membutuhkan Vaksin Rabies?

Vaksin anti-rabies untuk kucing adalah suatu keharusan. Dokter hewan akan memantau suntikan rabies untuk kucing baik yang berada di dalam ruangan maupun di luar ruangan. Meskipun ada kesalahpahaman bahwa rabies lebih banyak mempengaruhi anjing, virus ini juga dapat menjangkiti kucing dan hewan berdarah panas lainnya.
 

Vaksin rabies akan membuat kucing dalam ruangan Anda melakukan persiapan untuk melawan virus mematikan. Vaksin ini sudah berpuluh-puluh tahun dianjurkan untuk seluruh kucing, baik yang berada di dalam ruangan maupun di luar ruangan.
 

Meskipun Anda mungkin berpikir bahwa kucing dalam ruangan Anda dari penyakit fatal, sebaiknya Anda tetap memberikan vaksinasi rabies. Sebab kucing merupakan hewan yang sering berinteraksi dengan kucing luar ruangan dengan cara menjilat, mencium, atau mencakar satu sama lain.
 

Kucing dalam ruangan bisa mendapatkan virus rabies jika berinteraksi dengan kucing luar ruangan atau kucing liar dalam cara-cara tersebut. Vaksin anti-rabies adalah cara terbaik untuk menghindari kemungkinan kucing Anda terinfeksi, dalam hal ini membangun antigen pada tubuh kucing untuk melawan virus rabies.
 

Seberapa Sering Kucing Harus Mendapatkan Vaksin Rabies?

Berbagai merek yang menawarkan vaksin anti-rabies untuk kucing beredar di pasaran. Sedangkan jadwal vaksinasinya tergantung pada usia, ras, dan gaya hidup kucing Anda.
 

Kapan Waktu yang Tepat untuk Menjadwalkan Vaksinasi Anti-Rabies pada Kucing?

Vaksin anti-rabies adalah salah satu vaksin utama untuk kucing demi membantu meningkatkan kekebalan tubuh. Disarankan untuk memberikan vaksin anti-rabies pertama setelah kucing berusia satu tahun. Setelah dosis awal, vaksin lanjutan dapat dilakukan tergantung pada jenis vaksin. Sebaiknya lakukan vaksinasi secara rutin setidaknya sekali dalam satu sampai tiga tahun.
 

Potensi Efek Samping dari Vaksin Anti-Rabies

  1. Demam ringan

  2. Kemalasan

  3. Hilangnya nafsu makan

  4. Pembengkakan dan kemerahan di tempat yang disuntik

Orang tua kucing sebaiknya memperhatikan tidak hanya vaksin anti-rabies tetapi juga vaksin utama lainnya seperti vaksin 4 in 1, FeVac 5, dan vaksin 3 in 1 untuk kucing. Vaksinasi rutin dan pemeriksaan kesehatan tahunan diperlukan untuk memastikan kucing Anda menjalani hidup yang sehat.

Pertanyaan yang Paling Sering Diajukan

  1. Berapa kali kucing perlu mendapatkan suntikan rabies?
  2. Tergantung pada jenis vaksin rabies, beberapa kucing mungkin perlu mendapatkan suntikan anti-rabies minimal sekali dalam tiga tahun.

  3. Kapan kucing saya harus mendapatkan vaksin rabies?
  4. Kucing menerima vaksin anti-rabies pertama mereka saat berusia satu tahun. Setelah itu, tergantung pada jenis vaksin yang akan digunakan. Anda sebaiknya perlu memberi vaksin rabies untuk kucing Anda setidaknya sekali dalam tiga tahun atau setiap tahun.

  5. Apakah vaksin rabies diperlukan untuk kucing?
  6. Ya, vaksin anti-rabies adalah vaksin utama seperti halnya vaksin 4 in 1 untuk kucing. Karena tidak ada pengobatan yang bisa menjamin kesembuhan rabies, maka memberikan vaksin rabies pada kucing Anda adalah satu-satunya cara untuk melindunginya dari virus fatal ini.

  7. Apakah kucing dalam ruangan membutuhkan vaksin rabies?
  8. Ya, semua kucing membutuhkan vaksin rabies untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh mereka dalam melawan virus mematikan.

  9. Bagaimana saya tahu jika kucing saya terkena rabies?
  10. Kucing yang terinfeksi menunjukkan gejala ringan hingga parah setelah tahap inkubasi. Berikut adalah beberapa tanda awal rabies pada kucing:

    1. Demam

    2. TIdak berenergi

    3. Kehilangan nafsu makan

    4. Kesulitan menelan

    5. Gangguan pencernaan

    6. Hidrofobia

    7. Kejang